liburan

aduuuhhh…. liburan dateng dan kerjaan bener-bener numpuk –“. belum tagihan cerita dari temen, bantu mamah di rumah, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang udah lambai-lambai biar cept di selesain. tapi walau banyak kerjaan numpuk alhamdulillah masih bisa ngerasain kehidupan normal dan selalu di berkahi sama SANG PENCIPTA. dan tentunya peri-peri selalu nemenin :’)

image

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Aduhh… ruwett brehh -_-“

Haduhhh guys ataau apapun yang mengunjungi blogku _walau aku yakin cuman aku yang hidup di sini_ aku tuh ngerasa berantakan. aku punya banyak ide tapi saking banyaknya aku maless dan gak bisa fokus sama satu ide itu. aku lagi garap ide ini karena lama di tinggal aku jadi maless buat nerusin, dan dateng ide baru yang bikin aku pengen garap ide itu tapi AAAAAAAAAAAAAAAAA kacau… aku malah gk garap sama sekali T_T. aku ngerasa aku yang paling ruwet dan gak bener di dunia ini TUHAN. dan dodolnya aku tahu solusinya bahwa aku harus bisa dan harus berusaha FOKUS sama satu tujuan itu. tapi apa yang aku lakuin guys?? aku malah gk peduli sama solusi yang bahkan aku tahu itu. OMG HELLO!!!! aku di kasih otak sama TUHAN tapi aku dodol banget buat pakenya.. “YA ALLAH MAAFKAN DOSAKU YANG TELAH DODOL MENGGUNAKAN OTAK YANG ENGKAU BERI PADAKU INI” Haduuhhhh. Tuh kan Guys ataau apapun yang mengunjungi blogku _walau aku yakin cuman aku yang hidup di sini_ posting begini aja aku gejes*kata lain dari gaje*nya segini rupa. Maafin aku ya guys ataau apapun yang mengunjungi blogku _walau aku yakin cuman aku yang hidup di sini_ dan maafin aku juga guys ataau apapun yang mengunjungi blogku _walau aku yakin cuman aku yang hidup di sini_ karena aku udahh gak pernah posting sesuatu yang bermanfaat bagi kalian ataau apaapun yang mengunjungi blogku _walau aku yakin cuman aku yang hidup di sini_ yang sudah menunggu kehadiran kata-kata gejes bin ruwet bin ribet ini T.T And Please buaat kalian ataau apaapun yang mengunjungi blogku _walau aku yakin cuman aku yang hidup di sini_ do’ain aku biar aku bisa menghasilkan karya yang lebih bermanfaat untuk kelangsungan hidup umat manusia *yakin lo?* atau apapun yang membaca postinganku yang gejes bin ruwet bin ribet ini…

Sebelum daan sesudahnya aku minta maaf yang sebenar-benarnya kepada kalian ataau apaapun yang mengunjungi blogku _walau aku yakin cuman aku yang hidup di sini_.

salam cintaa sebenar-benarnya
shaelf-nurbanita

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Proyek…proyek..

Asiik, aku akhirnya bertemu dengan inspirasi yang baru. Thanks god because i can watch “SECRETLY GREATLY”. Korea Movie yang ini menceritakan tentang Korea Selatan sama Korea Utara gitu deh,, nah setelah menonton movie yang satu ini bertemulah aku dengan sebuah inspirasi yang bikin grogi, nervous, gemeteran dan deg degan. Namun walau proyekku yang satu ini akan bercerita hampir sama ato malah sama dengan movie ini, aku minta maaf karena aku kan baru pemula buat bikin cerpen yang waaw, tapi tenang kok, aku gk bkl jadiin kebiasaan buat nge PLAGIATORIN karya orang, itung itung ini cuma buat ngasah kemampuanku aja. terus aku mohon, buat nantinya jangan ada yang ngoment enek, biar aku gk terlalu down nantinya, takutnya aku kehilangan semangat buat nulis dan mengibarkan bendera kemenangan di dunia Sastra buat masa depanku, mohon bantuannya semua.

GANBATTE!! BYE~~

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Mossi, Beli dan Rima ~HBD

Gambar

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Ah~ lama banget kapan aku bikin ini cerpen y?? kelas 3 sd? gak tau ah… pokoknya aku bersyukur masih nyimpen ini file cerpen.. walo aku masih nganggep ini sumpah GAJE banget… tp harap maklumi lah kan bikinnya juga waktu masih bawang,,

***

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Suatu hari ada seorang ibu melahirkan 3 anak kembar yang diberi nama mossi,beli,dan rima. Mossi lahir pada pukul 08.30,Beli lahir pada pukul 08.50 dan Rima lahir pada pukul 09.00.Mereka lahir pada tanggal 30 April 2000.

10 tahun kemudian

Ibu “Mo,be,ri ayo kita berangkat sekolah!”

MBR “Ia bu!”

   Mereka sudah pulang sekolah

Beli “Mossi mau ikut enggak ke taman kota!”

Mossi “Sama siapa?”

Beli “Sama aku,sama rima terus sama ibu”

Mossi “Ayo”

   Sesampainya di taman kota

Rima “Mossi lihat bunganya bagus sekali!”

MB “Mana rim?”

Rima “Nih yang ini!”

Ibu “Anak-anak ayo cepat pulang,nanti hujannya semakin deras!”

MBR “Ia bu”

   Malam pun telah tiba

Ibu “Anak-anak bila kalian mimpi buruk,berarti kalian akan berulang tahun!”

Rima “Mengapa seperti itu bu?”

Ibu “Sudahlah cepat tidur esokkan sekolah!”

MBR “Esok libur bu!”

Ibu “Syukurlah”

   Mereka menuju ke kamar tidur

Beli “Mossi ,rima mari kita tidur!”

Rima “Yuk”

Mossi “Bentar,”

Rima “Kenapa?”

Mossi “Kalian berpikir tidak? Mengapa ibu berkata seperti itu?”

Beli “Sudahlah jangan dipikirkan,esokkan kita mau lari pagi memakai sepeda!”

Mossi “Ya sudahlah”

MBR “Ha…ha…ha…ha…!”

   Dalam tidur mereka, mereka bermimpi,mossi bermimpi diculik oleh penjahat,beli pun bermimpi yang sama seperti mossi,dan rima bermimpi mau ada yang membunuhnya.

Mossi “Tolong…tolong…!”

Beli “Lepaskan saya…lepaskan saya…!”

Rima “Jangan…jangan…jangan bunuh saya!”

   Mereka mengigau

   Dalam serentak mereka terbangun,dan mereka ber-3 berlari ke kamar ibunya.

Mossi “Ibu kami mimpi buruk!”

Ibu “Ayo tidur lagi ini kan baru jam 12.00 malam” 

Rima “Tapi kami tidak bisa tidur!”

Ibu “Ya sudah kalian tidur di kamar ibu saja,ayo tidur!”

MBR “Baik bu”

   Waktu pagi telah tiba ibu sudah bangun dan mereka ber-3 lari pagi,sedangkan ibu sedang mengundang teman-teman mereka untuk membantu dan memeriahkan pesta ulang tahun.

   Akhirnya mereka sudah pulang

MBR “Assalamualaikum”

Mossi “Ih kok gelap?”

   Lalu mereka menyalakan lampu dan akhirnya……

Ibu “Sefrice…selamat ulang tahun anak ibu!”

Silvi “Ranggun!!”

Ranggun “Lalalalalalalala lalalalalalala Happy Birth Day My Friends…………………”

RB “Makasih bu

Mossi “He…he…he…he…he……”

Ibu “Mossi kamu kenapa?”

Mossi “Aku terharu bu!”

Ibu “Ya sudah ayo kita potong kuenya!”

Semua “Ye…………”

Ridho “Em enak kuenya!”

Semua “Ia!”

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Kakak Ku Tersayang

Ah~ cerpen ini yg menurut aku gaje… kapan ya tepatnya aku bikin ini cerpen?? lupa lagi nih~ pokoknya aku cuma baca sekilas daari cerpen yang ada di majalah… huh masih inget gimana aku malu karna copy ide… eum jangan anggap serius ya.. ini cuma buat hapus sters aku waktu itu..

 

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

 

Halo namaku uci, aku anak kedua setelah kak Ridho kata kak ridho aku yang menyebabkan Ibu meninggal, dan ayah tinggalin kita, sekarang aku baru berumur 9 tahun, Kak ridho sering bilang, Kalau aku tidak lahir ibu enggak bakalan meninggal, dan Ayah enggak bakalan tinggalin kita. Kak ridho sering bilang seperti itu. Sampai terjadi di suatu hari.

Kak Ridho “Dasar adik tidak berguna!”

Uci “Kakak kenapasih kakak selalu marahin aku?”

Kak Ridho “Karena kamu yang menyebabkan ibu meninggal dan ayah ninggalin kita”

Uci “Terus apa mau kakak?”

Kak Ridho “Kakak mau kamu mati!”  

   Aku langsung masuk ke kamar sambil berlari karena tak tahan menahan air mata.

Uci ”Kenapasih kakak jahat banget sama aku,”

   Ada yang membuka pintu.

Kak Ridho “Karena kamu yang menyebabkan ayah pergi dan ibu meninggal”

   Aku langsung menutup pintu sambil terus menangis.

   Esok harinya sebelum aku berangkat ke sekolah,aku melihat Televisi tentang berita seperti ini:

“Ada seorang pemuda yang bunuh diri loncat dari Gedung lantai 15 dikarenakan Ekonomi keluarganya Saya Resti Restiawati dan Aldi Fauzi melaporkan dari tempat kejadian. Wassalam…..”

   Aku langsung berpikir bila aku loncat dari gedung pasti aku akan mati.

   Di sekolah, Regina berkata.

Regina “Kata papah ku papah ku akan membelikan apa yang aku mau karena papah ku sayang sama aku,jadi kita itu,harus nurutin apa yang orang kita sayangi mau,gitu”

   Aku langsung berpikir lagi kalau kak Ridho mau aku mati berarti aku harus mati.

   Aku sudah pulang.

Uci “Sekarang aku harus nulis surat buat kak Ridho”

   Beberapa menit kemudian.

Uci “Nah selesai sekarang aku simpen di mana surat ini…..nah di sini lebih cetek nemuinnya”

   Kak Ridho pulang dan Uci pergi.

Kak Ridho “Duh lapar nih ke mana ya si uci masa jam segini belum masak juga mana laper lagi,uci…uci…uci…!”

Kak Ridho “Apa ini?”

 Surat dari Uci

 Untuk Kak Ridho

   As….

 Halo kak,maaf kalo uci ada ke salahan sama kakak,kata kak Ridho kakak pengen uci mati kan, uci ngilang gak ada kabar untuk ngebahagiain kakak, uci mau mati aja ngapain juga hidup dimarahin terus sama kakak,maafin uci ya kak uci mau lompat dari gedung,deketko cari uci ya biar kakak bisa melihat wajah uci terkhir kalinya.

   Wassalam….

   Salam Sayang

                                           Uci                                   

Kak Ridho “Uci mau mati, gak gak boleh uci gak boleh mati, gue harus kejar,ia kejar”

   Kak Ridho berlari menuju Gedung yang dekat yaitu Hotel Kirana lalu kak Ridho melihat ke atas dan disana ada uci.

Kak Ridho “Uci turun kakak sayang sama kamu!!!!”

Uci “Enggak uci enggak bakalan turun,kata kak ridho kan uci harus mati”

   Kak Ridho terus naik ke atas menghampiri uci sambil memeluk uci dan berkata.

Kak Ridho “Kamu jangan mati, kamu tau enggak mati itu apa?”

Uci “Mati itu loncat dari gedung”

Kak Ridho “Salah,”

Uci “Terus apa kak?”

Kak Ridho “Kamu mau tahu?”

Uci “Mau”

Kak Ridho “Yuk kita turun dulu baru kakak kasih tahu”

Uci “Tapi ada syarat ya kak,”

Kak Ridho “Apa syaratnya?”

Uci “Kakak janji ya jangan jahatin uci lagi dan marahin uci lagi ya!”

Kak Ridho “Ia kakak janji,”

Uci “Kita turun yuk kak uci ngerini!”

Kak Ridho “Ia”

   Lalu uci dan kak Ridho turun dari gedung itu.

   Sorak dan tepuk tangan penonton pun memeriahkan drama tersebut,Kak Ridho sekarang tambah sayang dan selalu melindungi adiknya.

Gambar

Leave a comment

Filed under Uncategorized

G.R… aku riwe…

G.R… aku riweuh!!!

Haduh… hidup di amanah tuh emang enak dan nyenengin, cuma kalo harus ikut tantangan buat nyiapin ini itu buat keperluan lomba yang selalu di adakan sama kakak2 pengurus, aku angkat tangan deh,,, apa lagi kalo udah harus tampil di tonton rojul (cowok) haduh rasanya pengen mati aja we…

Bertepatan dengan tanggal 26 besok, akan di adakannya gema ramadhan di pesantren tercinta kami para IPM ponpes amanah. segala jurus2 lomba yang sudah turun temurun di adakan akan segera di selenggarakan, dengan persiapan mutlak yang mendadak dan rariweuh, kita harus menampilkan penampilan yang terbaik bagi para penonton, penampilan yang unik dan kreatif. Huh… berdo’a aja deh..

Chayo buat semua generasi amanah dari 16-11, yang bakal ikut acara ini yang pastinya heboh abiss… terutama chayo buat negara (kerajaan) ku, Kingdom 15, yang tercinta.. muach… Fighting ma bro… ^_-

Leave a comment

July 25, 2013 · 4:20 am

Cerita Fantasy : Deposits Magic Power – Yokin mahō-kyō- 預金魔法強

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Author : Siti Nurbanita Sari

Title : Deposits Magic Power –penyimpan kekuatan sihir-

Genre : war, fun, fantasy

Cast:

Inspired by japanese comics

Detective Conan ; Kudo, Tsunehisa, Hattori

Magic Kaito ; Aoko, Kaito,

Tantei Gakuen Q : Kyuu

***

Seorang pemuda dengan aksi Biolanya membius para pengunjung area bermain taman kota dengan aksi permainan Biola dengan di tambah sedikit magicnya saat ia memberi pertunjukan Biolanya, wajah imut dan rambut coklatnya itu tertutupi oleh topi koki putih yang ia pakai, dengan setelan jas putih, kemeja biru dan dasi merah menambah kesan keren dan mempesona dalam dirinya.

Dari puluhan penonton yang menyaksikan permainan Biola itu ada seorang pemuda dengan jubah hitam yang menyatu di antara penonton itu, pemuda itu menatap Kaito (pemain Biola) dengan tatapan yang mengerikan, Kaito sudah menyadari keberadaan orang pemakai jubah itu, dia selalu hadir setiap Kaito melakukan pertunjukan itu, walau ia rasa setiap orang itu berbeda-beda. Kaito menatap orang berjubah itu dengan smirknya, yang biasanya orang berjubah itu selalu kaget, sekarang dia malah membalas senyuman Kaito dengan tatapan tajamnya, tiba-tiba tubuh Kaito terasa memanas,

‘Gawat! Dia menyerangku dengan sihir pikirannya,, dasar yami!’ Ucap Kaito dalam hati, Kaito memang agak khawatir, tapi untungnya dia bisa mengendalikan elemen apa saja, walau kekuatannya condong pada sihir nada musik, smirknya tak hilang, Kaito mengganti nada musiknya para penonton hanya bertepuk tangan dengan pergantian ke nada lainnya dengan cepat dan tanpa nada sumbang, mereka menikmati musik yang Kaito ciptakan walau sebenarnya nada itu adalah nada untuk melukai musuh dengan jiwa dan darah sihir yang hitam, tubuh Kaito semakin memanas akibat nada sihirnya itu karna dalam tubuh Kaito mengalir sedikit darah hitam, walau sedikit tapi akibatnya sangat panas, orang berjubah itu menghilang dengan jubah hitamnya, sedangkan Kaito menyelesaikan permainannya yang masih berlanjut, dengan seketika Kaito selesai, Kaito mengendalikan panas api dalam tubuhnya yang langsung muncul dari tangan kirinya, api biru yang sejuk, bukan api merah yang panasnya menakutkan, Kaito meniup api itu dan menjadi potongan-potongan kertas hermest berwarna-warni yang berterbangan, Kaito tersenyum puas dan bernafas lega, lalu menghilang –dengan trik jubah putih yang ia pakai di belakang seperti superman tanpa meninggalkan jejaknya sedikitpun.

***

“Ichi! M,maafkan aku, aku tidak bisa melumpuhkannya, cahaya di sekelilingnya sangat kuat,” Ucap seorang pemuda dengan jubah hitam pada seseorang yang ia sebut Ichi yang duduk di sebuah kursi seperti raja di sebuah bangunan seperti kerajaan atau gua ah entahlah yang penting bangunan itu di lapisi debu-debu tebal dan sangat gelap, di samping kursi itu ada sebuah piano yang mungkin tak bisa di pakai lagi dan akan segera hancur, orang yang di sebut Ichi itu menatap pemuda bernama Kudo itu dengan tajam lalu memukul tangan kursi itu sampai hampir retak,

“Darah kami menyatu saat mendengar alunan nada itu, kami merasa akan mati saat itu karna alirannya tersumbat,” Ucap seorang perempuan bernama Aoko menunduk,

“Orang seperti apa Kaito itu?!” Ucap Heichi geram, mendongakkan kepalanya, menampakan paras cantiknya.

“Yang kami tahu, dia adalah seorang pemain Biola yang selalu menunjukan permainan Biolanya di mana saja tanpa persiapan, tapi dia adalah orang yang bisa dengan sangat baik mengendalikan elemen-elemen kekuatan lawannya, merubahnya dengan magic yang luar biasa,” Ucap Aoko, Heichi menatap Aoko,

“Lalu kenapa saat aku menyuruhmu untuk melumpuhkan Kaito, kau menolaknya hah?!” Tanya Heichi geram, Aoko menunduk,

“Benar! Kau kan yang tau beberapa kelemahan orang itu Aoko,” Ucap pemuda bernama Kyuu,

“Cepat jawab!!” Ucap Heichi dengan mukanya yang merah, Aoko mendongakkan kepalanya,

“Dulu, aku pernah bertarung dengannya, tapi aku kalah dan kehilangan sebagian kekuatanku karena nada musiknya, aku bertarung dengannya menggunakan nada musik pianoku, sebenarnya, aku sudah merencanakan bagaimana cara melumpuhkan Kaito, tapi saat itu aku terpukau dengan segala yang ada pada dirinya, dan saat kami bertarung, aku melupakan cara yang sudah kususun, aku mengeluarkan sebagian kekuatanku saat bertarung dengannya, tapi entah mengapa saat dia terlihat lemah dia bangkit dengan menggunakan energiku yang dia simpan saat aku mengeluarkan sebagian kekuatanku, dia menyimpannya di Biolanya. Setelah aku bertarung dengannya, aku mencoba memulihkan tubuhku, tapi semuanya gagal entah kenapa, seperti ada yang hilang di dalam diriku yang ia curi, tapi aku yakin bukan kekuatanku, saat itu aku memutuskan untuk masuk kelompok yami, yang aku tau Heichi juga ingin menghancurkan Kaito yang membuat Ayah Heichi hidup tanpa bergerak, maka aku ingin menyatukan dendam ini dengan orang-orang kelompok yami ini, tapi aku tak bisa melawannya karna dia sudah tau kelemahanku.” Ucap Aoko,

“Kita bisa melawannya dengan kekuatan yami kita,” Ucap Tsunehisa,

“Tapi akan sia-sia jika kita tak tau lawan kita siapa sebenarnya dan kelemahannya,” Ucap Hattori

“Kelemahannya… aku sedikit ragu dengan yang aku yakini, tapi yang pasti, kelemahannya adalah Biolanya dan yang ku ragukan adalah saat itu dia bisa lengah karena alunan musik classicku yang aku mainkan dengan cepat dan keras, tapi aku tak begitu yakin.” Ucap Aoko,

“Baiklah, besok kita akan mulai menyerangnya, persiapkan diri kalian!” Ucap Heichi tersenyum licik, Aoko terdiam

***

Kaito berjalan di sekitar taman kota dengan pemandangan menakjubkan, Kaito kini bukan dengan pakaian yang tadi ia pakai saat bermain Biola, tapi seragam SMA Osaka, di punggungnya  dia gendongkan Biola kesayangannya tentunya dengan perlindungan tempat Biolanya, Kaito menatap jam tangan hitam gelap di tangan kanannya,

“Aoko no kinkyū messēji –pesan darurat Aoko?” Ucap Kaito,

“Kaito! Bersiaplah!!~”, “Huh?!” Ucap Kaito bingung,

‘Kau pasti mengerti,’ Ucap seseorang dalam hatinya, seorang perempuan yang sedang menggenggam liontin kalungnya yang berbentuk penggesek Biola, yang bersembunyi di balik pohon besar itu,

‘Apa ada kaitannya dengan… YAMI!!!’ Ucap Kaito lalu melihat ke arah pohon besar di belakangnya, lalu mengangkat bahunya, tanda seseorang tak peduli, lalu berjalan kembali.

“Baka –bodoh!” Ucap perempuan saat melihat punggung Kaito yang menjauh, saat perempuan itu memutar badannya ke belakang, alangkah terkejutnya dia, itu Kaito

“Dare orokana?! –siapa yang bodoh” Tanya Kaito yang berdiri tepat di hadapan perempuan itu,

“Ya! Aoko!” Panggil Kaito,

“Anata! –kau!” Ucap Aoko lalu pergi,

“Pergilah, atau aku mati!!” Ucap Aoko saat akan mengibaskan jubahnya, Kaito berusaha mencegahnya, dengan memangil Aoko

“Aoko! Kono yami hai,, –ini kegelapan ya… eum watashi wa rikai –aku mengerti” Ucap Kaito, Aoko menghela nafasnya

“Bagus, dan diamlah, atau aku mati,” Ucap Aoko mematung tanpa bergerak sedikitpun,

“Eum.. watashi wa rikai –aku mengerti!” Ucap Kaito lalu pergi menjauh dari Aoko, Aoko mengibaskan jubahnya lalu menghilang, Kaito menatap kepergian Aoko,

“Orokana, anata Aoko –orang bodoh, kamu Aoko,,” Ucap Kaito lalu berjalan lagi.

***

Alunan lagu Just The Way You Are versi Biola mengalun begitu lembut di taman kota Tokyo, penonton menikmati permainan seorang yang bertubuh tinggi dengan pakaian khas, mereka sering menyebut pemain Biola itu sebagai amatiran, walau permainannya bagus, tapi orang bernama Kaito ini memberi pertunjukan yang amatiran, di manapun dia berada, pasti saja alunan Biola itu terdengar, beberapa penonton pun sering menyebut Kaito sebagai pengamen, tapi alasan Kaito mempertontonkan permainan Biola itu bukan untuk mencari uang, tapi memancing orang-orang kelompok yami.

Mata kaito mencari-cari setiap inchi kerumunan penonton yang menyaksikan permainan Biolanya, mata tajamnya sedikit membantu sekarang, Kaito menemukan banyak orang dengan jubah hitam mereka,

‘Ah penyerangan besar-besaran hai –ya,’ Ucap Kaito membatin, lama Kaito menunggu penyerangan pikiran sihir mereka, tapi tak ada yang menyerangnya satupun,

‘Aneh~’ Pikirnya, Kaito menyelesaikan permainan Biolanya, menghasilkan tepuk tangan yang meriah dari penonton amatirnya, tanpa memberi salam perpisahan, atau pertunjukan magicnya, Kaito menghilang dengan trik jubah putihnya, para jubah hitam langsung pergi dari kerumunan orang-orang itu untuk mencari kemana Kaito, Kaito terlihat duduk santai di bangku taman, seorang yang memakai jubah hitam itu perlahan mendekati Kaito, Kaito melihat orang berjubah itu lalu menyeringai dan lari membuat orang itu dan teman-temannya yang lain mengejar Kaito sampai ke lapangan luas yang tandus, yang entah dimana itu, karna Kaito berhenti disana,

“Penyerangan besar-besaran ya? Padahal aku kira hanya satu orang dengan mantra naruto 1000 bayangan, ternyata semua orang yami ya,,, mungkin kalian bisa menang, karna aku tak mempersiapkan apapun, tapi aku yakin kekuatan yami kalian akan kalah dengan ku,” Ucap Kaito tersenyum tenang,

Salah satu anggota Yami itu mengeluarkan penyerangan elemen api pada Kaito, tubuh Kaito serasa memanas, ini api merah, Kaito berkonsentrasi mengubahnya menjadi api biru dan mengembalikan penyerangannya pada penyerang, berhasil! Api itu menjadi biru dan membuat orang yami yang menyerangnya terlempar, Kaito tersenyum, serasa puas dengan apa yang dia lakukan. Heichi menatap Kaito geram, Kudo yang terlempar tadi melihat Kaito dengan kebencian, Kudo merasa badannya seakan mati rasa dan sulit di gerakan, Kuda menatap tajam mata Kaito yang sedang menatapnya, begitu tercengangnya ia saat Kaito memberikan dengan bebas apa yang ada di pikirannya,

‘Api merah itu kalah dengan api biru, itu yang aku tau,, aku bisa mengendalikan elemen apapun, tepatnya bukan elemen yang sama dengan kalian tapi elemen lawan dari elemen yang kalian punya, darah hitam itu mengalir deras di tubuhmu, kau tak bisa apa-apa lagi Kudo!’ Mungkin itulah yang masuk dalam pikiran Kudo dari pikiran Kaito saat mereka saling menatap tajam satu sama lain. Kudo berusaha berdiri tapi, kakinya begitu sulit di gerakan,

‘Rigid,, seperti paralyzed, Hādomōshon, tidak mungkin!!’ Ucap Kudo dalam hatinya,

Kaito terus membalikan serangan-serangan lawannya, tidak ada reaksi tubuhnya melemah, padahal semua lawannya sudah ia rigidkan, hanya tinggal 5 orang lagi yang masih tetapbisa bertahan, bekalnya kuat pikir Kaito melihat 5 orang itu. Heichi menatap Kaito aneh, bagaimana bisa ia masih tetap segar, padahal Heichi yakin Kaito telah kehilangan beberapa % energi dan kekuatan dalam tubuhnya,

‘Kau benar Heichi, aku sudah tak tahan’ Ucap Kaito dalam hatinya,

Kaito menyilangkan tangannya di depan dada, mengepalkan tanganya kuat saat itu, Kaito membuka silangan tangannya, membuat kedua tangannya berada di sampingnya, saat itu kristal bening yang tajam tapi samar mati meluncur menancap tepat di dada ke3 anggota yami yang tersisa, hanya Heichi dan Aoko yang bisa menghindar, Kaito mendengus, Heichi bertepuk tangan sambil menyerigai menakutkan, paras cantiknya kini benar-benar menakutkan dengan seringainya, lalu melempar bola es yang jika di sentuh sangat menyakitkan karna di lapisi kristal-kristal tajam kepada Kaito, Kaito kini tak bisa menghindar,

BUGG

Kaito bersentuhan dengan bola es itu yang langsung hancur saat menyentuhnya, membuat Heichi kaget tapi lumayan puas karna jas putih yang Kaito kenakan banyak terkena tumpahan darah dari mulutnya, Aoko yang melihat membulatkan matanya,

“Berikan setengah nyawa anak buah dan AYAHKU!!!!” Teriak Heichi, Kaito mengelap bekas darah di mulutnya dan terkekeh,

“Mereka wajar kehilangan sebagian nyawanya,,,” Ucap Kaito lalu memainkan Biolanya dengan nada yang memanaskan tubuh kelompok yami termasuk dirinya, walau tak terlalu terasa panas karna darah hitam yang mengalir di tubuhnya, Heichi merasakan reaksi panas yang kuat, bahkan tubuhnya berkeringat dan tak bisa di gerakkan, Aoko yang masih bisa bergerak membuka kai piano yang menyamarkan piano itu, Aoko memainkan pianonya dengan sangat cepat dengan nada yang sama seperti Kaito, Kaito yang mendengarnya terasa tubuhnya semakin memberikan reaksi panas walau tak seberapa tapi ini bisa membuatnya kehilangan keseimbangan saat berdiri, Kaito mencengkram Biolanya kuat sambil terus memainkannya perlahan Kaito terduduk di atas kakinya sambil terus memainkan nadanya berulang-ulang dengan alunan nada piano yang di hasilkan Aoko, seketika semua kelompok yami kecuali Aoko menjerit kesakitan tubuhnya setengah merah setengah hitam, untuk sebuah gambaran tubuh manusia mungkin ini sangat menakutkan, Kaito menatap Aoko yang terus menunduk memainkan pianonya, lalu kembali melihat ke arah Biolanya memainkannya sampai selesai dengan bantuan Aoko, seketika hawa panas yang menyelubungi tubuh Kaito menghilang, darah hitam yang tadinya tercampur di dalam tubuh Kaito keluar dari tubuh Kaito, Aoko yang melihat muntahan darah dari Kaito itu langsung menghampiri Kaito,

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Aoko, Kaito tersenyum,

“Akhirnya yang kutunggu-tunggu dimana aku lepas dari hawa panas dan darah hitam yang mengalir di tubuhku,” Ucap Kaito,

“Kaito, mereka belum sepenuhnya matikan? Kenapa kau menyelesaikan nadanya?” Tanya Aoko, menatap tubuh-tubuh mengerikan itu,

“Aku ingin berbicara sesuatu kepada mereka, sebelum mereka musnah dengan kegelapan,,, Heichi, kau dan orang dengan darah hitam dan kehidupan juga kekuatan yang bersangkutan dengan yami mereka akan kehilangan kekuatan mereka untuk hidup saat bertarung dengan orang yang memiliki sihir putih dan sedikit darah hitam yang mengalir di tubuhnya dan orang itu adalah seorang pemainalat musik sepertiku, orang kegelapan akan musnah jika mereka bertarung dengan orang yang aku sebutkan dengan mengeluarkan semua kekuatan dan energi elemen kagelapan yang mereka punya, mungkin kau berpikir Biolaku yang menurungnya, (orang yami menatap tajam Kaito) hah… bukan Biolaku yang mengurungnya, bukan juga alat musik yang orang akarui, tapi kegelapan yang mengurungnya, karna orang yang menyebarkan kekuatan yami itu mengutuk orang yang mempelajari yami jika mereka bertarung dengan orang akarui mereka akan musnah, maka jika kalian ingin bertarung, kenali lawan kalian dulu baru beraksi, apa kalian tidak tau istilah ‘Think before Acting’? itu istilah terkenal lho,, kupikir kalian semua juga bersekolah di sekolah berkhualitas,” Ucap Kaito lalu memainkan nadanya yang tadi dan semua orang kelompok yami itu musnah sambil mengeluarkan air mata hitam dari matanya.

TamaT

Leave a comment

Filed under Uncategorized